Kenapa AC di Rumah Baru Lebih Cepat Bermasalah? Penyebab, Solusi, dan Rekomendasi Layanan Kontraktor AC
- November 25, 2025
- Posted by: hvacr
- Category: Blog
Kontraktor AC – Banyak pemilik rumah baru mengira bahwa semua peralatan, termasuk Air Conditioner (AC), akan bekerja secara optimal tanpa masalah dalam waktu lama. Namun kenyataannya, banyak pengguna justru mengeluhkan AC yang cepat bermasalah setelah menghuni rumah baru. Mulai dari AC tidak dingin, bocor, keluarnya bau tidak sedap, hingga konsumsi listrik yang tiba-tiba membengkak. Mengapa ini bisa terjadi? Berikut penjelasan lengkap mengenai penyebab, solusi, serta rekomendasi layanan profesional yang dapat membantu Anda.
Penyebab AC di Rumah Baru Cepat Bermasalah
1. Instalasi AC yang Tidak Profesional
Di banyak rumah baru, pemasangan AC sering dilakukan secara terburu-buru oleh pihak kontraktor bangunan. Sayangnya, teknisi yang melakukan instalasi tidak semuanya memiliki sertifikasi atau keahlian khusus di bidang HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning). Kesalahan umum seperti pemipaan yang tidak sesuai standar, pemakaian bracket tidak presisi, hingga pengisian freon yang tidak akurat dapat membuat AC cepat rusak.
2. Kualitas Material Pemasangan yang Buruk

Banyak rumah baru menggunakan pipa tembaga, isolasi pipa, hingga kabel listrik kualitas rendah demi menekan biaya pembangunan. Padahal material ini sangat berpengaruh terhadap keawetan AC. Isolasi pipa yang tipis dapat membuat pipa cepat berkeringat, sehingga menimbulkan kebocoran air. Sementara pipa tembaga berkualitas rendah mudah bocor dan membuat freon cepat habis.
3. Penempatan Unit AC yang Tidak Tepat

Unit indoor yang ditempatkan terlalu dekat dengan plafon, terkena sinar matahari langsung, atau terhalang furnitur dapat mengganggu sirkulasi udara. Sementara unit outdoor yang dipasang di ruang sempit tanpa ventilasi memadai juga dapat membuat kompresor cepat panas. Kondisi ini menyebabkan AC bekerja lebih keras dan akhirnya memperpendek usia komponen.
4. Saluran Pembuangan yang Tidak Optimal
Banyak keluhan AC rumah baru adalah munculnya rembesan atau tetesan air. Ini terjadi karena jalur drainase (saluran pembuangan) dipasang tidak memiliki kemiringan yang cukup atau tersumbat sisa kotoran konstruksi seperti semen dan debu. Akhirnya air tidak mengalir keluar dan malah kembali ke unit indoor.
5. Beban Debu Karena Proses Konstruksi

Jika AC dinyalakan saat proses pembangunan rumah belum benar-benar selesai, debu semen dan material bangunan sangat mudah tersedot masuk ke unit indoor. Ini menyebabkan filter cepat kotor, evaporator tersumbat, bahkan dapat membuat AC benar-benar tidak dingin dalam waktu singkat.
6. Tidak Dilakukan Uji Tekanan dan Vakum
Beberapa instalator melewatkan proses penting seperti uji tekanan (pressure test) dan vakum sebelum freon diisi. Padahal langkah ini sangat krusial untuk memastikan tidak ada kebocoran dan udara lembap tidak masuk ke sistem. Tanpa proses ini, AC cepat bermasalah, muncul bunga es, dan kinerja mesin menjadi tidak maksimal.
Baca juga : Dinding Tipis, AC Tetangga Terdengar, Solusi Peredam
Solusi agar AC Awet di Rumah Baru
1. Gunakan Jasa Kontraktor AC Profesional
Memilih Kontraktor AC yang memiliki pengalaman dan teknisi tersertifikasi sangat membantu menghindari masalah di kemudian hari. Kontraktor profesional memahami standar instalasi, memastikan pemipaan rapi, serta menggunakan alat dan material berkualitas. Selain itu, mereka memberikan garansi pemasangan yang akan sangat berguna jika terjadi kendala.
2. Lakukan Pembersihan AC Setiap 3–4 Bulan
Meski belum lama digunakan, AC di rumah baru tetap membutuhkan servis rutin. Debu bangunan sering kali masih mengendap dan bisa masuk melalui celah pintu atau ventilasi. Servis ringan termasuk pembersihan filter, evaporator, blower, dan cek tekanan freon.
3. Pastikan Penempatan Unit Sudah Tepat
Konsultasikan penempatan unit indoor dan outdoor dengan teknisi berpengalaman. Hindari menempatkan unit indoor dekat sumber panas, sedangkan unit outdoor harus berada di area yang mendapat sirkulasi udara baik.
4. Gunakan Material Instalasi Berkualitas
Minta bahan dengan spesifikasi standar seperti pipa tembaga tebal, isolasi tipe armaflex tebal minimal 13 mm, kabel listrik ber-SNI, serta bracket outdoor kokoh. Material berkualitas akan membuat AC lebih awet dan stabil.
5. Lakukan Cek Ulang Instalasi Setelah Pemasangan
Jangan ragu meminta teknisi melakukan uji tekanan, vakum, serta pengujian pendinginan sebelum pemasangan dianggap selesai. Dengan cara ini, potensi kebocoran bisa dideteksi sejak awal.
Pemasangan Ducting di Billiard Menteng 7 Medan Denai

HVACR Nusantara baru-baru ini menyelesaikan proyek pemasangan ducting untuk area billiard di Menteng 7, Medan Denai. Proses ini dilakukan dengan perhitungan airflow yang presisi agar area indoor luas dapat mendapatkan distribusi udara yang merata. Selain itu, penggunaan material ducting berkualitas serta finishing rapi membuat sistem ventilasi dan pendinginan bekerja optimal tanpa kebisingan. Proyek ini menjadi salah satu contoh bagaimana instalasi ducting profesional sangat berpengaruh terhadap kenyamanan ruangan.
Kesimpulan
AC di rumah baru yang cepat bermasalah biasanya disebabkan oleh instalasi yang kurang tepat, penggunaan material berkualitas rendah, penempatan unit tidak sesuai, hingga tidak dilakukannya prosedur vakum atau uji tekanan. Dengan memilih Kontraktor AC profesional, menggunakan material standar, serta melakukan servis rutin, Anda dapat memperpanjang usia AC dan menghindari kerusakan yang tidak perlu.
Jika Anda sedang mencari tempat jual beli AC bekas, pembelian AC baru, servis dan perbaikan AC, atau membutuhkan jasa Kontraktor AC profesional, HVACR Nusantara siap membantu. Tim kami berpengalaman dalam instalasi AC rumah, kantor, restoran, hingga proyek ducting skala besar. Dengan teknisi bersertifikat dan garansi pekerjaan, kami memastikan AC Anda bekerja optimal dan tahan lama. Hubungi HVACR Nusantara untuk konsultasi dan layanan terbaik bagi kebutuhan HVAC Anda!